Tuhan telah menciptakan
Kita sebagai manusia hanya menjalani apa yang ada
Semuanya mustahil untuk sama satu dengan yang lainnya
Tentu agar apa yang kita lakukan membawa hasil yang berbeda
Kegagalan merupakan penilaian
Untuk sebuah keberhasilan yang akan kita jalani kemudian
Tak perlu merisaukan yang akan terjadi
Karena sesungguhnya semuanya memang telah digariskan
Jadi ingatlah bahwa tugas kita adalah berusaha, berdoa dan menyerahkan pada-Nya
Tak penting menyesali masa yang lama
Tak perlu menangisi kepahitan yang terjadi
Dan tak seharusnya menyalahkan keadaan untuk apa yang ada sekarang
Lebih baik terus berjuang untuk masa depan
Darapada hanya mengorek luka yang lalu
Tetap menjaga keyakinan bahwa badai pasti berlalu
Ibarat roda akan selalu berputar
Maka kehidupan juga pasti akan berbeda akhirnya
Tetaplah berjalan, meski jalanan tak selalu bebas rintangan
Justru itulah sebuah keadaan
Yang akan membimbing kita
Menemukan sebuah lintasan yang seharusnya
Untuk membawa kita
Kepada sebuah makna kebahagiaan dan pentingnya hidup
Berjanjilah………………..
Kini engkau tak lagi di sisiku
Mengisi lembaran hari dengan segala cerita
Tentang bahagia, duka dan pengharapan
Seharusnya kita belajar pada kenyataan
Bahwa sebuah perjalanan pasti berakhir dengan tujuan
Wahai engkau maya yang tak nyata
Sebuah kisah pernah kita rajut
Walau kini saat aku terbangun
Tak ada lagi kisah itu
Hanya meninggikan sebuah kenangan
Meski harapan menginginkan kepastian
Hingga indah sebuah cerita
Namun air kelak akan sampai kehilir
Bertemu dengan riak laut yang bermuara
Engkau adalah mimpi bagiku
Yang ingin aku teruskan tapi aku harus terjaga
Karena hidup harus aku jalani
Untukmu mimpi….
Terimakasih telah menghiasi tidurku dengan indah
Melenakan segala kegundahan hatiku
Dan untukmu mimpiku
Gapailah sisi nyatamu
Karena kau ada dalam garis yang ditakdirkan
Untuk melewati kebahagianmu
Selamat jalan mimpiku….
Aku akan tetap mengenangmu
Sebagai sebuah pedoman
Bahwa Tuhan tak memberikan apa yang kita minta
Tapi akan memberikan apa yang kita butuhkan
Terima kasih mimpiku……….
Mungkin segenap hatiku malu untuk meminta
Meski berjuta asa dalam hati ini mengharap
Mengirimkan sebanyak udara yang terhirup
Ya Tuhan….
Dzat yang Maha besar
Hanya di Tangan-Mu hidup ini ku serahkan
Lumpur yang melekat sungguh berat aku seka
Dengan hati yang rapuh dan hampa
Aku malu untuk memohon
Aku malu untuk mengiba
Tapi dimana aku harus menghamba
Jika tidak di kuasa-Mu
Hingga gersang ini mendapatkan sebuah kesejukan
Alhamdulillah………….
Engkau anugerahkan hidup yang berharga ini
Jangan tinggalkan aku dalam keterpurukan
Karena kelak aku akan mengahadap-Mu
Lalu sudikah Engkau menerimaku jika tubuh ini bernoda
Sedang kebesaranMu tanpa batas
Ya Illahi berkahi langkahku kedepan
agar aku mendapatkan cinta & ridhoMu
Karena tanpa itu hanya kekosongan percuma yang aku terima
Semoga penghambaanku akan menjabah keridhoanMu
Terimakasih ibu atas kasih sayangmu
Yang menjadikan mata air bagi hidupku
Maafkan atas semua kekhilafanku
Izinkan aku berbakti dan menghadiahkan
yang terbaik dariku atas cintamu bagiku
Gelisah aku….
Ketika kau tak menjawab
Gundah hati ini
Saat kau tak bisa kumengerti
Entah harus mulai dari mana
Aku ceritakan kegalauan rasa ini
Jika senyummu tak hadir beberapa waktu
Aku memang tak yakin akan mimpimu
Akankah sama dengan inginku
Tapi aku telah merasa
Takkan bisa terpisah denganmu
Meski mungkin bukan untuk selamanya
Mengertikah…..
Kau tak pernah lekang oleh waktu
Tentu dalam hati ini
Walau aku tahu
Belum sepenuhnya aku bisa
Untuk meyakinkan kehadiranmu
Debaran dalam dadaku
Mengatakan bahwa aku mengkhawatirkanmu
Maaf jika kadang aku tak tahu
Bagaimana membuatmu mengerti
Jangan hadirkan kemarahan
Bagi aku yang belum mampu
Tapi satu janji hatiku
Akan kuberikan yang terbaik untukmu
Karena aku mencintaimu
Liku yang cukup panjang telah terlewati
Ber-asa penuh penat dan kegelisahan
Meski dalam bimbang bergemuruh ini
Langkah kecil tetap selalu mencari
Menelusuri peri-peri yang membawa hati
Sejenak kulayangkan angan ke awang maya Illahi
Dalam hati yang tetap sepi dan mengombang-ambing
Mencoba melenakan kegundahan yang tercipta
Menyadari cinta yang selalu bersemi
Namun di ujung jalan, lagi-lagi harus terhenti
Entah apa yang sebenarnya ada
Mengapa semi itu tak nyata
Seolah bagai anai-anai belaka
Yang merobohkan sisi kayu nan tegar
Seperti sisi hati yang kosong tapi sombong
Tolong jangan biarkan terus mati
Biarkan mentari dan hujan berbudi
Meyakinkan pada asa yang lena ini
Untuk terus berjuang dan berarti
Meski cinta yang di cari telah lama pergi.
Ketika waktu itu datang
Sekilas nampak temaram
Lalu jelas merepih ia kembali
Bukan untuk menyesali
Tapi lebih pada menjejaki
Dalam kelam kulihat sinarmu
Bagai…
Keagungan…tentu tak seperti pencipta alam
Aku melihatmu
Dan berkata
Mungkin engkau…
Meski terbata di dalam hati jua
Karena mungkin
Ku tak mampu menyapa
Keagungan itu meski aku terbang
Berkhayal……
Mungkin engkau
Yang esok akan singgah
Membawa……
Dan kembali………….
![]()
Sebuah kata yang tak mungkin kuucap
Saat melihat keelokanmu
Dan entah apakah mega sanggup memejamkan
matanya meski untuk sekejap waktu
Embun…………
Aku ingin memandang kilaumu
Bersama segenap impian yang kupunya
Walau tak harus berharap
Dan tetap menjadikan semua impian
Izinkan aku senantiasa menemuimu
Meski terik mentari kerap menggoyahkan
Keyakinan di butir-butir asa putihmu
Biarkan aku menopang dan meringankan
Segala berat dan beban yang kau punya
Ketika tiba waktu siang nanti
Hingga saatnya kau kembali esok pagi
Untukmu embun
Hanya sebuah kata yang ingin kuucap
Karena mungkin tak banyak yang bisa ku beri
Dan lantunku ini mengiring doa pada Illahi
Agar tetap tegar hadirmu di setiap pagi
Terimakasih embun
Atas kesejukan yang kau beri
Semoga kehadiranku tetap menjagamu sampai kelak
Saat tak mampu lagi kita menolak
Untuk kembali di sisi kebesaran-Nya
Bersama segenap raga dan asa yang pernah kita punya
Ketika raga ini letih
Nafas tak lagi teratur
Dan…peluh tak lagi terkira
Ku lihat bayang mu ada
Rasa ini kembali
Entah hanya menyapa atau bermahkota
Namun kurasa sebuah asa
Mencoba menghadirkan keteduhan
Aku ingin merengkuhmu pada bahagiaku
Meski tak seperti terlukiskan
Walau kabut dan mendung tak bersahabat
Lalu aku Tanya hatiku
Masih mampukah aku kembali
Jika tak ada lagi arah
Karena gelap menghapus segalanya
Yang lama kucoba untuk bangun
Aku takut….
Aku lemah…..
Aku tak berdaya…
Pada segala rasa yang hadir saat ini
Terlau perih luka yang membekas
Tapi…
Hati ini hanya cermin
Yang tak pernah sanggup mengelabui
Dengan bayang yang lain
Meski ingin berkata tidak
Entahlah….
Masihkah aku sanggup
Merenda harapan-harapan seperti dulu
Saat luka ini masih bisa disembuhkan
PEDIH…………………………….
Kini aku tahu
Bahwa manusia tak pernah lena
Dari kesalahan meski ia tak berkata
Kejadian yang tak seharusnya
Mungkin dapat terjadi
Walaupun tak diingini
Tuhan…..
Aku tak bermaksud
Melukai hati sesama ku
Karena sesungguhnya akupun tak menginginkan
Hal yang sama terjadi pada diriku
Aku berdosa….
Atas ucap yang tak aku kirakan
Dan itu sungguh menyakitkan bagiku
Bahwa kenyataannya ia terluka karenaku
Tuhan……
Moga hatinya terbuka
Untuk memaafkan kesalahan yang tak aku kira
Aku bingung hendak berbuat apa
Maaf …………………..
Dedicated to my friend.,….
Maaf aku tak sengaja melukai hatimu karena perkataanku
Tapi sejujurnya aku tak bermaksud melakukannya
Semoga engkau memaafkan aku.
Mungkin kita lupa
Bahwa yang terjadi adalah karunia
Entah itu baik atau buruk
Yakinlah bahwa kita kerap lupa
Untuk selalu menelaah
Segala makna dalam kehidupan
Tuhan telah menciptakan harapan
Dari setiap kegagalan yang terjadi
Bukan sebuah alasan untuk melupakan
Tetapi sebuah cahaya tiada terkira bagi perjalanan
Begitu banyak anugerah yang kita terima
Tetapi terkadang cela yang kita tunjukkan
Lalu apalah arti ruh, hati dan cipta yang kita punya
Tentu sebuah alasan agar kita senantiasa membaca
Kias-kias yang mungkin tak nyata
Namun merupakan keagungan sang pencipta yang Esa
Sekarang sebuah makna bisa kita cerna
Meski dengan pengorbanan yang menyakitkan
Tapi yakinlah…..
Ada sebuah kebesaran di dalamnya
Jadi tetaplah berjalan meski tertatih
Karena hanya dengan sebuah iman dan perjuangan
Tuhan akan menerima kita