Gelisah..sumpek..ketakutan…dan macam-macam perasaan aneh lain yang tidak nyaman serasa bergemuruh ketika kita merasa atau berbuat kesalahan terhadap orang lain. ketika kita menyadari sudah melakukan sebuah kesalahan pada orang lain, dan entah mengapa saya sendiri merasa beban atau perasaan bersalah itu menjadi dua kali lipat justru jika saya mengenal baik orang tersebut.
Nampaknya benar pernyataan bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang ketika dia berbuat salah mau mengakui, berani minta maaf dan tidak mengulanginya lagi. kenapa,…??? karena ternyata untuk logowo atau berani mengakui bahwa kita itu sudah salah dan mengucapkan permohonan maaf dengan tulus merupakan hal yangTIDAK MUDAH. perlu keberanian yang besar untuk melakukannya.
Kasus yang saya sendiri alami, bahwa keberanian kita menjadi kecil untuk meminta maaf karena kita banyak teracuni atau terbebani dengan pikiran dan penafsiran serta dugaan kita sendiri terhadap orang yang akan kita minta maafnya. seperti halnya, perasaan orang tersebut akan menolak permohonan maaf kita, dan pikiran-pikiran negatif lain yang justru menciutkan nyali kita untuk mengakui dan meminta maaf.
Kesalahan tidak layak dibiarkan berlarut-larut karena malahan bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. sepahit apapun yang akan kita hadapi jika meminta maaf atau mengakui kesalahan pada orang lain, bukan menjadi alasan untuk takut. semua ini merupakan hukum sebab akibat, jadi tak penting memikirkan ketakutan kita itu, tetapi lebaih baik segera meminta maaf, mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki hubungan. paling tidak sudah ada niat dalam hati kita….