::…Menjadi Bijak, Terbuka, dan Taqwa dengan Memahami dan Membaca…::

Anda pasti tau siapa Andri Wongso,Safir senduk, Bob Sadino, Aa` Gym, atau Tung Desem Waringin. mereka cuma segelintir orang yang dicontohkan sebagai orang sukses. diluar sana masih banyak lagi orang-orang hebat beredar, bahkan seorang yang cacat dan serba kekurangan hidupnya bisa berprestasi (kalo mau cari liat aja pake google.com he..he..). terlepas adari itu semua apa sih bikin mereka bisa sukses??? kalo orang-orang yang saya sebutin di atas sudah pasti mereka pintar atau kepandaian mereka tidak diragukan, tapi hal mendasar yang membedakan mereka dengan kita sebenarnya bukan masalah kepandaian karena kepandaian adanya di otak kiri. Lalu apa sih yang bikin mereka beda??? Menurut saya adalah MENTAL dan POLA BERPIKIR mereka, mereka lebih banyak berusaha mengasah otak kanan mereka yang merupakan pusat segala intuisi. Ada yang bilang bahwa bahwa meski otak kiri anda pintar tidak menjamin otak kanan anda juga pintar. Contoh paling mudah dilihat, kita sering melihat atau menemukan disekeliling kita banyak teman-teman kita yang pandai, mahasiswa dengan IPK Cumlaude atau di atas 3 koma, tapi apa yang terjadi ketika lulus dan melamar pekerjaan kebanyakan mereka gagal dalam psikotes atau wawancara. Ternyata mereka gagal untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kemampuan manajemen dan berpikir kritis.
Tapi menurut beberapa buku yang saya baca jika kita mengasah otak kanan kita maka otomatis otak kiri kita juga ikut berkembang, jadi tidak berlebihan jika ada ungkapan TIDAK ADA ORANG YANG BODOH, YANG ADA HANYA ORANG YANG MALAS. Jangan ingin menjadi orang yang pandai tapi jadilah orang yang cerdas, yakni orang yang memiliki kemampuan menganalisis baik menggunakan otak kiri maupun kanan. Untuk bisa memulai ini semua pertama kita harus mau untuk mengubah pola pikir atau MIND SET, yakni mengubah MENTAL kita untuk terbuka dalam menerima segala informasi, tidak berfikiran negatif terhadap hal-hal yang baru sebelum menemukan bukti nyatanya, juga selalu berusaha tanggap terhadap perubahan yang ada dilingkungan.
Menjadi wirausahawan sukses, pekerja sukses, karyawan yang sukses atau sebagainya yang sukse bukan hal yang mustahil selagi kita mau segera merubah pola pikir dan senantiasa mengasah otak kanan kita.
Jangan ditunda dan ragu untuk memulai, karena kebanyakan kita akan merasa malu untuk memulai belajar yang baru dengan alasan usia. Satu lagi pelajaran yang bisa dipetik bahwa untuk belajar dan menjadi pembelajar tidak terbatas oleh usia. Dalam agama Islam diajarkan untuk menuntut ilmu sejak dalam kandungan sampai liang kubur. Ayo…mulai dari sekarang buka diri dan pikiran untuk menerima perubahan yang baik, rubah pola pikir kita, rubah kebiasaan kita, serta rubah rasa malu kita yang “negatif”…sebab orang-orang yang akan sukses hanya orang yang memiliki mental pemenang. BRAVO…….

May 27th, 2007 at 2:08 am