Miris rasanya untuk menulis judul itu, kok ada yang ganjil rasanya. tapi, memang itulah realitanya lagi-lagi bentrokan antar mahasiswa antar kampus memang terjadi kembali. bahkan, yang agak mencengangkan, sampai-sampai melibatkan aparat kampus yang seharusnya menjadi penengah atau pihak yang berkewajiban menjaga ketertiban di kampus.
Apa begini parahnya wajah pendidikan tinggi kita, tempat yang seharusnya mencetak dan melahirkan cendikiawan dan pemikir masa depan bangsa, harus kembali mencoreng wajahnya dengan aib kekerasan dalam kampus. masih belum hilang dari ingatan kematian praja IPDN, didalam kampus yang harusnya melindungi dan memandunya mencapai masa depan yang cemerlang. Ternyata benih kekerasan dalam kampus perguruan tinggi belum bisa lepas dari lingkaran perguruan tinggi kita.
Satu hal lagi yang cukup menghantam muka kita adalah aksi atau bentrokan terjadi pada sebuah kampus yang notabene merupakan lembaga perguruan ISLAM, yang penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah ketidakmauan dan ketidakmampuan menahan diri dan emosional, padahal harusnya keadaan kampus ini dan orang-orang didalamnya menjadi contoh dan teladan bagi rekan-rekan mahasiswa yang lain.
Mari bertanya dan berkaca pada diri kita, seperti apa wajah Indonesia di masa yang akan datang jika kondisi-kondisi semacam ini masih terus terjadi. Menjadi negara yang besar merupakan tujuan dan menjadi negara yang dewasa merupakan pilihan. Tak salah jika Aa` Gym mengatakan sebaik-baik perubahan adalah yang di mulai dari sendiri.