Tau ga kenapa saya nulis judul di atas?? Hari ini saya membaca buku tentang manajeman diri judulnya “Cara Cerdas Cari Uang” ditulis oleh bapak Dony, S-Wardhana. Hari sabtu yang lalu saya datang ke bedah buku beliau, dan salah satu yang menarik saya sebelum menulis buku dan memiliki bisnis seperti sekarang ini pak Dony ini ternyata pernah bergabung dalam bisnis MLM. Dalam hati kecil saya bilang “wah ga nyangka ya, seorang wirausahawan seperti dia ternyata pernah ikut MLM juga”. Terus pa dong kaitan dengan judul di atas ???
Yah, jadi inget aja aku tu ikut banyak sekali MLM tapi ga ada yang aku tekuni banget. Tapi menurutku, salah satu yang membukakan mataku untuk Change My Mind adalah karena aku pernah ikut dalam bisnis MLM ini. Karena berbagai kegiatan yang aku ikuti di bisnis ini aku jadi tau bahwa kehidupan yang akan datang sangat perlu diperhatikan dan diperjuangkan, dengan banyak hal tentunya terutama beramal sholeh, saling menolong, dan bekerja keras. Beberapa alasan yang menurutku menjadi sebab kita perlu berjuang untung keadaan kita di masa datang (khusunya di dunia) adalah:
- kita dilahirkan dengan takdir sebagai pemenang. Coba dibuka Alqur`an, salah satu firman Allah mengatakan bahwa kita ini diciptakan dari setetes mani yang hina. Kemudian waktu sekolah kita diajarkan bahwa dari berjuta-juta sel sperma dalam setetes mani tersebut hanya satu yang nantinya bisa membuahi sel telur. Jadi tidak berlebihan jika saya katakan bahwa kita lahir dari takdir seorang pemenang.
- Kita sebagai umat muslim punya kewajiban sebagai khalifah yang bertugas menjaga dan mengelola apa yang diberikan Tuhan di ala mini. Artinya kita ditakdirkan sebagai pemimpin dengan jaminan kekayaan ala mini.
- Allah tidak menakdirkan kita untuk miskin, baik harta didunia dan amal diakhirat. Dalam Alqur`an dan Hadist pun tidak pernah ada, bahkan meski Rasul kita hidup sederhana, sesungguhnya beliau adalah orang yang kaya.
So, kita ga boleh pasrah hidup miskin hanya gara-gara anak orang tani, atau malu untuk kaya karena merasa punya darah atau keturunan orang miskin. Begitu juga kalau kita kaya dan punya jabatan ga ada alasan untuk sombong dan miskin amal karena harta Cuma titipan. Kaya boleh, tapi bersyukur lebih penting.
Kembali ke judul, sebenernya ga ada salahnya ikut dalam bisnis MLM. Kalo sering baca buku manajemen keuangan atau investasi, meskipun kita saat ini atau nanti bekerja (sebagai karyawan) dengan gaji yang luar bisaa tapi tetap tidak bisa menjamin keturunan kita. Apakah seorang presiden, anaknya kelak seorang presiden juga?? Sebenarnya yang bisa kita wariskan ke anak hanya investasi kita tidak dapat mewariskan pekerjaan. Dalam MLM keanggotaan bisa diwariskan, artinya jika kelak kita sudah malas atau tidak mampu lagi untuk menjalankan, anak kita bisa melanjutkannya. Tapi pandangan masyarakat keburu jelek dengan bisnis ini, karena bisaanya orang yang kurang sukses (bukan gagal karena dalam bisnis ini tidak ada modal materi yang dikorbankan) akan menceritakan hal-hal yang negative. Saya akui saya tidak begitu sukses dalam bisnis ini, tapi satu hal yang tidak akan bisa saya nilai dengan uang adalah ilmu dan kemampuan yang saya dapat sekarang. Bisnis MLM sebenarnya tidak butuh modal apa-apa, hanya perlu ketelatenan, kesabaran dan ketabahan.
Saran saya, jangan bilang tidak dulu tapi pelajari, cari tahu dan simpulkan terlebih dahulu terhadap bisnis ini. Sikap antipati saya yakin tidak akan membuat anda sukses. Dalam kehidupan kerja pun, akan banyak sekali prinsip-prinsip yang sesungguhnya ada dalam MLM. Namun satu keunggulan bisnis MLM, yakni tidak akan pernah ada orang yang akan memarahi anda jika tidak menjalankan bisnis anda. Jadi, jangan pernah takut dengan bisnis MLM, meski tidak untuk mencari keuntungan coba saja niatkan bergabung di bisnis MLM untuk sekolah dan belajar “school of life” saya jamin anda akan menjupai hal yang sangat luar biasaa. Semoga bisa jadi renungan buat kita semua.